Sabtu, 06 Juni 2020

COVID-19, Virus Corona yang sedang meluas di dunia ini


Virus Corona

Coronavirus adalah jenis virus. Ada banyak jenis, dan beberapa penyebab penyakit. Coronavirus yang baru diidentifikasi, SARS-CoV-2, telah menyebabkan pandemi penyakit pernapasan di seluruh dunia, yang disebut COVID-19.


Apa saja yang harus diketahui mengenai virus ini?

-- COVID-19 --

1. Virus corona atau bisa kita sebut COVID-19 muncul di Cina pada bulan Desember 2019.
2. Gejala COVID-19 termasuk batuk, demam, sesak napas, sakit otot, sakit tenggorokan, kehilangan rasa atau bau, diare dan sakit kepala yang tidak dapat dijelaskan. 
3. COVID-19 bisa parah, dan beberapa kasus sampai menyebabkan kematian.
4. COVID-19 bisa menyebar dari orang ke orang.
5. Belum ada vaksin coronavirus tapi ada beberapa obat yang berhasil dari virus ini. Pencegahannya adalah mencuci tangan secara teratur, batuk di tikungan siku, tinggal di rumah saat Anda sakit dan mengenakan kain penutup wajah atau masker.

Bagaimana cara penyebaran virus ini?
Sampai sekarang, para peneliti tahu bahwa virus baru ini disebarkan melalui tetesan yang dilepaskan ke udara atau partikel virus yang keluar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Tetesan umumnya tidak bergerak lebih dari beberapa kaki, dan mereka jatuh ke tanah (atau ke permukaan) dalam beberapa detik. inilah mengapa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau menjaga jarak dan fisik efektif dalam mencegah penyebaran.

Bagaimana virus baru ini menyebar ke manusia?
COVID-19 muncul di Wuhan, sebuah kota di Cina, pada Desember 2019. Meskipun para pejabat kesehatan masih menelusuri sumber pasti dari virus corona baru ini, hipotesis awal mengira itu mungkin terkait dengan pasar makanan laut di Wuhan, Cina. Beberapa orang yang mengunjungi pasar mengidap virus pneumonia yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru. Sebuah studi yang keluar pada 25 Januari 2020, mencatat bahwa individu dengan kasus yang dilaporkan pertama yang sakit pada 1 Desember 2019, dan tidak memiliki hubungan dengan pasar makanan laut. Investigasi sedang berlangsung tentang bagaimana virus ini berasal dan menyebar.

Berapa masa inkubasi virus ini?
Tampaknya gejala muncul pada orang dalam waktu 14 hari atau dua minggu setelah terpapar virus.

Apa saja gejala virus ini?
Gejala COVID-19 meliputi:

1. Batuk
2. Demam
3. Sesak napas
4. Nyeri otot
5. Sakit tenggorokan
6. Kehilangan rasa atau bau yang tidak bisa dijelaskan
7. Diare
8. Sakit kepala

Dalam kasus yang jarang terjadi, COVID-19 dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah, gagal ginjal atau kematian.

Jika Anda mengalami demam atau kesulitan pernapasan seperti batuk atau sesak napas, hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda dan jelaskan gejala Anda melalui telepon sebelum pergi ke kantor dokter, fasilitas perawatan darurat atau ruang gawat darurat. Berikut adalah saran jika Anda merasa sakit dan khawatir Anda mungkin menderita COVID-19.

Jika Anda memiliki keadaan darurat medis seperti sesak napas parah, hubungi dokter dan beri tahu mereka tentang gejala Anda.

Bagaimana COVID-19 didiagnosis?
Diagnosis mungkin akan sulit jika dengan hanya pemeriksaan fisik karena kasus-kasus COVID-19 yang ringan itu bisa jadi tampak mirip dengan flu atau pilek. Tes 

laboratorium dapat mengkonfirmasi diagnosis. Silahkan Pelajari lebih lanjut tentang pengujian COVID-19.

Bagaimana COVID-19 dirawat?
Sampai sekarang, tidak ada pengobatan khusus untuk virus tersebut tapi ada yang berhasil menggunakan obat-obatan tertentu dan berhasil sembuh meski obat ini belum 

tersebar masih dalam tahap percobaan. Orang yang sakit COVID-19 harus diobati dengan tindakan suportif, dan juga tetap menjaga kesehatan, menjaga dan memperkuat sistem 

imun tubuh. Untuk kasus yang parah, mungkin ada opsi tambahan untuk perawatan, termasuk obat-obatan penelitian dan terapi.

Apakah COVID-19 menyebabkan kematian?
Pada 5 Juni 2020, Sebanyak 391.588 jiwa meninggal dunia telah dikonfirmasi karna COVID-19. Namun, Sebanyak 2.886.183 jiwa telah pulih dari virus ini. Informasi ini 

berasal dari peta Coronavirus COVID-19 Global Cases yang dikembangkan oleh Johns Hopkins Center for System Science and Engineering dari Amerika Serikat.

Apakah coronavirus ini berbeda dari SARS?
SARS adalah singkatan dari Severe Acute Sespiratory Syndrome (Sindrom Pernapasan Akut yang Parah). Pada tahun 2003, wabah Virus SARS dimulai di Cina dan menyebar ke 

negara-negara lain sebelum berakhir pada tahun 2004. Yang menyebabkan COVID-19 ini mirip dengan wabah SARS 2003 adalah: keduanya adalah jenis coronavirus. Masih banyak 

yang tidak diketahui, tetapi COVID-19 tampaknya menyebar lebih cepat daripada SARS 2003 dan juga dapat menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah.

Bagaimana Anda melindungi diri dari virus korona ini?
Sangat penting untuk mempraktikkan kebersihan yang baik, etiket pernapasan dan jarak sosial dan fisik. Silahkan Baca lebih lanjut tentang cara melindungi diri Anda.